Pantaskah Kita mencapai Diamond Director?

Success Plan

Kemarin saya dengerin pengalaman sahabat saya, tentang pertama kali mengajar di hadapan mahasiswanya 🙂
Keringat dingin mengucur, tangan gemetaran, pikiran yang takut. Takut gak bisa jawab pertanyaan mahasiswa, takut ngajarin hal yang salah, dan banyak lagi ketakutannya. Karena saking takutnya, dia pun pelajari lagi bahan kuliah yang akan diajarkan esok harinya, yaa kalo saya bilangnya, “memantaskan diri untuk mengajar”, hehehehhee…
Meski cemas, grogi, khawatir, namun dia jalani saja pengalaman pertama kali mengajar, pengalaman pertama kali jadi dosen penguji, dll…
Dan kegiatan berikutnya pun diisi lagi dengan mengajar lagi, jadi dosen penguji lagi, yaa dipratekkan terus setiap hari sehingga menjadi lihai dan kini sudah 7 tahun menjadi dosen serta menduduki jabatan prinsipal 🙂

Gak ada yang lahir langsung mahir, gak ada yang lahir langsung pintar, gak ada yang lahir langsung punya takdir sukses. Seperti sahabat saya tadi, memulai hal-hal pertama pun tetap merasakan keringat dingin, takut ini, takut itu, tapi terpaksa dipraktekkan terus karena menjadi dosen adalah pilihannya. Tapi untuk menjadi mahir, pintar dan sukses, memang butuh ilmu yang dipraktekkan setiap hari 🙂

Continue reading “Pantaskah Kita mencapai Diamond Director?”

Menggapai Impian di Atas Genting

Ditulis oleh Karina Susilaningsih

Qual. Director Oriflame Indonesia

Grup Puteri Miranti Ningrum

27 September 2013 at 03:25

* Peristiwa ini terjadi  tgl 24 September 2013, tapi saya baru selesai menuliskannya sekarang

Siang ini terik sekali, aku yang hendak menjemput anakku Nadine pulang sekolah naik mobil ber-AC saja merasa kepanasan luar biasa. Temperaturnya diatas 32 derajat celcius. Sambil menunggu bubaran sekolah, aku menyapa partner bisnisku dari HP

Sempat kami membuka percakapan rame-rame yang dan salah satu diskusi nya adalah cuaca siang itu yang panas sekali. Bahkan diantara kami ada yang nyeletuk, kayaknya pengen berendam di air es 🙂

Di chat yang lain , aku menerima informasi dari Ziza Coke, Coreteam-ku yang melaporkan salah satu leadernya dari Kebumen bernama Tasliyah yang berhasil merekrut lagi hari ini. Ketika obrolan tengah berlangsung, Ziza mengirimkan foto Tasliyah. Ketika melihat foto itu aku terhenyak, mataku berkaca-kaca,  senang sekaligus terharu. Yaaa … itu foto Tasliyah yang senang karena clossing prospek , dan aku terharu karena background di foto itu adalah genting rumahnya. Yaaa…………, Tasliyah foto DIATAS GENTING !

Ngapain siang-siang Tasliyah ada diatas genting ?

Tasliyah sedang menjemput impiannya, menjemput impiannya bersama Oriflame, impiannya mempunyai SEPEDA MOTOR, agar kemana-mana tidak jalan kaki

Ketika sebagian orang lebih suka didalam rumah untuk menghindari panas

Atau ketika sebagian orang  bobok-bobok siang

Atau sebagian lainnya lebih nyaman di ruangan ber-AC

Tasliyah mau berjuang, berjuang mendapatkan sinyal internet di atas genting untuk memprospek, untuk diskusi dan berkoordinasi dengan upline-nya

Sebenarnya Tasliyah bergabung di grupku baru sebulan, dan pada bulan pertama dia berhasil mencapai level 6% sendirian. Tekatnya kuat, katanya :

“Aku harus bisa menjual sekian juta bulan ini, supaya aku bisa mencicil laptop, dengan laptop aku bisa bekerja secara online di rumah”

Continue reading “Menggapai Impian di Atas Genting”

Impian saya pernah berubah haluan, gak selalu konsisten…

Sejak saya kecil, tiap kali liburan ke Jakarta, saya selalu menyukai pemandangannya yang keren. Sesuai dengan megapolitannya, ya berdirilah gedung-gedung bertingkat dengan desain bangunan yang keren, modern, jauh berbeda dengan pemandangan Bandung di tahun 80-an dan 90-an 🙂

Apalagi dengan film Warkop yang menyuguhkan Jakarta nan megah, waah…sudah kagum sangat dehh dengan Jakarta 🙂 Maklum terbiasa nonton film Warkop sejak kecil…ahahhahah so 80-s 😀
Salah satu impian saya di saat itu adalah tinggal di Jakarta, dan dekat dengan keluarga besar saya yang rata-rata tinggal di Jakarta. Apalagi saya anak tunggal dengan dinas bapak saya kala itu, di Jakarta, jadilah saya bolak-balik dalam sebulan menempuh perjalanan Jakarta-Bandung saat masih SMP.

Lulus kuliah, saya pun memberanikan diri bekerja di Jakarta. Bermodal dengan niat sebagai freelancer saja, alias magang kerja cuma 3 bulan untuk cari pengalaman, ternyata salah seorang pimpinan kantor menawarkan saya bekerja sebagai permanent employee. Gak pake banyak pertimbangan,  saya menelepon ibu saya di Bandung, meminta ijin untuk menerima tawaran ini (tahun 2002).

Yaaa…maklum aja, saya kan berangkat ke Jakarta dengan niat hanya magang 3 bulan. Pas sampe di kantornya, dan ditawari jadi permanent employee, kaget campur senang, tapi harus minta ijin ibu saya yang tinggal sendirian di Bandung kan…:)

Alhamdulillah, dengan restu ibu saya, mulailah saya bekerja di Jakarta.  Gaji gak seberapa, tapi saya terima dengan ikhlas. Tujuan saya kan mencari pengalaman dan bisa membantu mencukupi hidup saya dan ibu saya.

Sambil bekerja, sedikit demi sedikit saya sisihkan untuk keperluan kuliah S-2.  Kalo dulu saya gagal masuk ITB, kali ini saya harus mengejar lulus masuk Universitas Indonesia. Ngapain kuliah S-2? Supaya karier saya lebih baik, dan saya bisa masuk kerja di kantor-kantor yang gedungnya megah-megah di sepanjang Sudirman, Thamrin dan Kuningan, hehehehehehehe….

Saat itu bagi saya, “iihh hebat banget yaa mereka yang bisa kerja di gedung-gedung menjulang itu! Pasti gajinya gede!”

Continue reading “Impian saya pernah berubah haluan, gak selalu konsisten…”

Kodok Budeg

Ditulis pertama kali di Facebook:

Posted by Puteri Miranti Ningrum I on Thursday, February 14, 2013

15 February 2013 at 14:21
Alkisah,Ada seekor kodok yang terperangkap di dalam toples bening yang terbalik, selalu meloncat agar bisa mencapai puncak toples dan membalikkan toples tersebut. Dan sudah pasti kodok ini tidak bisa mendengar suara dari luar karena toples ini kedap suara. Setelah beberapa lama, muncul kodok lain teman-temannya dan mereka menertawakan si kodok budeg yang selalu meloncat tanpa ada hasilnya.

Namun melihat teman-temannya semakin banyak berkumpul, kodok mengira mereka datang untuk menyemangati. Semakin tinggi ia melompat, semakin heboh mereka tertawa sampai terpingkal-pingkal.

Tapi kodok semakin bersemangat karena ia mengira mereka menyoraki agar ia lebih tinggi lagi melompat. Terus begitu, sampai akhirnya si kodok budeg berhasil menyentuh puncak toples dan toples terjungkal sehingga kodok budeg bisa keluar.

Saat sampai di luar, kodok budeg bersorak gembira:”Horeeeee aku berhasil keluar!! Terimakasih ya teman-teman, kalian sudah menyemangatiku sedemikian rupa, sehingga aku semakin bersemangat untuk bisa menyentuh puncak toples ini. Terimakasih.. Terimakasih…”

Kodok budeg menciumi satu persatu teman-teman yang menurutnya sudah menyemangati, padahal mereka masih kelelahan karena puas menertawai perbuatan kodok budeg saat berada di dalam toples.

(Diceritakan oleh upline Meuthia Rizki dan diingatkan kembali hari ini oleh Ika Kartika SBN)
Moral of the story,

Saya menjalani bisnis Oriflame ini mungkin seperti kodok budeg ini ya, hehehee…
Ditertawakan sana-sini, “ngapain jalani Oriflame?”, “mimpi loe ketinggian..”, “masa S2 jalani Oriflame, kayak sales aja”, de el el…
Komentar itu tidak hanya ke saya aza, tapi dari orang ke orang, bahkan melalui telinga ibu saya..:)

Continue reading “Kodok Budeg”

Bismillah…impian saya mengajak 10 orang Senior Manager dan Director

Slide4

ke acara Seminar Director di Jogja, Insya Allah di bulan Februari 2014.

Berbeda dengan acara seminar kantoran, di Oriflame, inilah LIBURAN GRATIS bagi kami 🙂
Gimana enggak..coba didetailkan satu-satu asiknya Seminar Director Oriflame :
– Akomodasi di hotel bintang 5 secara GRATIS selama 4 hari 3 malam
– Bisa ajak suami/istri/orang tua/anak
– Welcome Party
– Gala Dinner mewah

Semuanya disediakan Oriflame dengan budget 12 juta per orang. Jadi kalo ajak suami/istri, ya berarti 24 juta disiapkan Oriflame 🙂
Saya sendiri sih ogah keluarin duit 12 juta per orang untuk liburan, kalo bisa liburan dengan lebih murah, pasti itulah yang saya pilih, karena keluarin duit sendiri 🙂
Tapi kalo Oriflame? Hmmm..GRATIS !

Mau juga?
Yuk gabung bisnisnya 🙂

Puteri Miranti Ningrum
Director Oriflame Indonesia
WA 0811106129
Pin BB 25C2CDD8

Oriflame Diamond Director itu…mantan supir angkot!

Tulisan ini pertama kali saya tulis di notes Facebook:

https://www.facebook.com/notes/puteri-miranti-ningrum/oriflame-diamond-director-itumantan-supir-angkot/10151529230531357

 

18 March 2013 at 19:06

Ada gak sih diantara kita yang memiliki impian jadi supir angkot…? pasti GAK ADA.

Ada gak sih diantara kita yang memiliki impian jadi orang kaya…..? pasti BANYAK.

Beda banget yaa kedua hal diatas..?

Sejak kecil hingga dewasa begini, saya terbiasa naik angkot. Saking terbiasanya, saya suka ketiduran di angkot, heehee…udah gak peduli deh mau desak-desakan, dapat duduk cuma 1/2 jongkok, ya bisa terbawa aza, udah Alhamdulillah, daripada nunggu berjam-jam di pinggir jalan :)))

Tiap kali saya membayar ongkos ke supir angkot, gak pernah terbayang didalam benak saya, diantara mereka ada yang menjadi jutawan. Ya mungkin, saya terbiasa dengan mengkotak-kotakkan sesuatu atau biasa melihat yang hidupnya prihatin tetap prihatin, yang hidupnya kaya ya tetap kaya….

Hingga akhirnya saya join Oriflame dan menyaksikan bahwa seseorang bisa merubah hidupnya di Oriflame. Persis seperti judul cerita saya diatas, seorang supir angkot, bisa merubah hidupnya di Oriflame, kini menjadi Diamond Director.

Teman-teman sudah tau Diamond Director Oriflame itu apa?

Ya..itu adalah level karier, dimana seorang konsultan Oriflame sudah mendapatkan cash award Rp 42 juta, New Honda CRV, 2 tiket GRATIS ke luar negeri setiap tahun, dan cash bulanannya sekitar Rp 20-40 juta/bulan! Wow!

Biasanya orang yang dapat segitu banyak award, adalah mereka yang minimal bergelar pendidikan S2 lulusan luar negeri, dan kerja di perusahaan asing ternama dengan posisi yaaa mungkin Manager atau Section Head 🙂

Tapi apakah iya semua orang segitu beruntungnya untuk sekolah hingga S2, diluar negeri, dan dapat posisi bagus di perusahaan asing ternama?

Continue reading “Oriflame Diamond Director itu…mantan supir angkot!”

Entah itu Balet, Tari Bali, atau Oriflame, kalau dikerjakan setengah-setengah ya gak ada hasilnya :)

Sebenernya, Marissa sudah ingin sekolah balet sejak kami di Jakarta, dari enam bulan yang lalu.

Tapi saya meragukan keinginan anak kecil, yang selalu berubah-ubah 🙂

Maklum, saya terbiasa mempertahankan satu hobi untuk ditekuni hingga mahir. Saya tidak bisa bergonta ganti hobi atau aktivitas dengan alasan “bosan”, hehehee….karena itu tari Bali dan musik saya tekuni sejak usia 9 tahun hingga Alhamdulillah hari ini, saya mencapai usia 34 tahun :))

 Melihat tiap hari Marissa selalu ikuti gerakan balet dari TV dan ipad, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menjawab keraguan saya. Berbekal pertimbangan dengan suami saya yang sejak awal ingin masukkan Marissa balet, akhirnya saya searching di google, tentang sekolah balet di Singapura ini.

Continue reading “Entah itu Balet, Tari Bali, atau Oriflame, kalau dikerjakan setengah-setengah ya gak ada hasilnya :)”