Gak ada gelar pendidikan yang sia-sia, apalagi bila Anda adalah ibu rumah tangga

IMG_9628

Me & my daughter at Skyline Luge

Pagi-pagi chatting ama Ida Parida, jadi menulis artikel ini deh, hehehehehe…..

Sering deh ya, orang berkomentar, “udah sekolah tinggi-tinggi kok jadi ibu rumah tangga, apa gak sayang tuh, duitnya udah keluar buat S-2, S-3, tapi cuma tinggal dirumah aja?”

Gak ada gelar pendidikan yang sia-sia. Meski udah sarjana, pasca sarjana, memilih jadi ibu rumah tangga, bukanlah hal yang sia-sia.  Gimanapun, anak-anak butuh ibu yang cerdas dan tangguh. Seorang ibu, berpendidikan tinggi, bukan karena hanya IQ yang cukup, tapiiiii..perjuangannya dalam menempuh kuliah yang penuh tantangan. Menghadapi ujian, pengumpulan tugas, menghadapi dosen yang sabar sampe yang temperamental.
Apalagi yang harus menjadi anak kos selama kuliahnya, jauh dari keluarga. Hidup dalam kemandirian di saat muda, jauh dari keluarga, namun harus berhasil menyelesaikan tantangan hidup dan pendidikan.
Yeaah….Semuanya itu penuh tantangan 🙂
Dan untuk melalui semuanya itu, butuh kecerdasan EQ dan SQ, gak cuma IQ. Mindset dan kualitas mental itu lah yang dijadikan modal ibu rumah tangga, dalam mendidik anak-anaknya 🙂

Jangan salah temen-temen, bukan juga berarti, ibu rumah tangga yang sarjana, pasti bisa membimbing anaknya, sedangkan ibu rumah tangga yang gak sarjana, gak bisa bimbing anaknya.

Yeaahh…saya melihat dari ibu mertua saya. Beliau bukanlah sarjana, namun beliau berjuang mendidik anak-anaknya supaya menjadi sarjana. Alhamdulillah tercapai 🙂
Bahkan diantara anaknya, ada yang bergelar Master alias berpendidikan pasca sarjana.
Beliau pernah bercerita, tentang cita-citanya sejak memiliki anak, “pokoknya anak-anakku harus sarjana!”

Tidak mudah memang, jalan yang harus ditempuh oleh ibu mertua saya. Beliau harus ikhlas, ditinggal suaminya dinas ke luar kota, ke pedalaman hutan, demi bekerja banting tulang, dan pulangnya pun sebulan sekali. Sementara, ibu mertua saya ditinggal di rumah dengan 4 (empat) anak, yang masih kecil-kecil.
Beliau pun harus berhemat, demi persiapan sekolah keempat anak-anaknya. Di kala orang lain bisa bermewah-mewah, beliau harus bisa hidup seirit mungkin demi masa depan anak-anaknya.
Di kala orang lain bisa minta uang ke suami kapan aja, beliau harus berusaha membuka warung, cathering. Dan sebelum membuka cathering, beliau harus sempatkan waktu dan tenaga untuk kursus masak. Padahal di rumahnya, ada 4 (empat) anak yang masih kecil-kecil tanpa pembantu.
Tapi memang, itulah perjuangan, bukan..? Perjuangan seorang ibu, perjuangan seorang bapak, perjuangan sebuah rumah tangga 🙂

Jadi, pendapat pribadi saya, semuanya itu kembali lagi ke individu Sang Ibu. Kenapa Ibu berperan sangat penting? Karena Ibu yang memiliki kesempatan jauh lebih banyak bersama anak. Sejak dari dalam kandungan? Terjadi interaksi kan antara janin dan ibu. Setelah melahirkan apalagi? Ibu selalu berjuang memberikan ASI. Ibu juga yang paling panik duluan ketika anaknya sakit. Karena itu pula Rasulullah menjawab, “siapa yang harus aku hormati? IBU, IBU, IBU, BAPAK”. Setelah mengucapkan IBU sebanyak 3x, baru Bapak.

Ya balik lagi terkait artikel ini, kalau lah Sang Ibu tidak memiliki kesempatan menjadi sarjana, setidaknya, dia memiliki IMPIAN untuk jadikan anak-anaknya sholeh dan cerdas, lebih baik dari dirinya dan suaminya 🙂

Meski mungkin harus berhemat sedemikian rupa, supaya anaknya bisa sekolah tinggi, kenapa enggak?
Meski mungkin harus jungkir balik ngerjain Oriflame, supaya anaknya bisa sekolah tinggi, kenapa enggak?
Meski mungkin harus susah payah kerja di kantor atau toko, dimarahin bos melulu, pulang ke rumah dengan tangisan karena stress bekerja, ya itulah perjuangan 🙂

Apapun lah yang bisa diperjuangkan seorang ibu, dalam jalan yang in sya Alloh halal, niscaya menghasilkan anak-anak yang cerdas dan sholeh 🙂

Setuju?

Puteri Miranti Ningrum
Sapphire Director Qual. Oriflame
Pin BBM 76AB397C
http://www.facebook.com/puteriexecutive

Artikel terkait:

http://www.hipwee.com/motivasi/tak-ada-gelar-yang-sia-sia-atau-profesi-yang-bisa-disebut-cuma-sarjana-juga-berhak-jadi-ibu-rumah-tangga/?fb_action_ids=1620263028185893&fb_action_types=og.shares

dan quotes Almh. ibu Ainun Habibie
http://www.goodreads.com/work/quotes/19148772-ainun-habibie-kenangan-tak-terlupakan-di-mata-orang-orang-terdekat



Categories: Oriflame

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: