Curhatan leader: terimalah dia seadanya…

Curhatan para leader di team saya, intinya sama kok dengan curhatan saya jaman dahulu kala:
Leader: “Mbak, si xxx dibimbing kok susah yaaa…maunya sendiri. Tapi sama aja, gak maju-maju juga. Saya ajarin begini, dia gak mau, mau caranya sendiri, tapi hasilnya mandek juga…”
Saya: “bentuk leader baru..”
Leader: “Mbak, si yy katanya mau maju, sudah saya ajak ikut training, tapi jawabnya belum ada waktu..”
Saya: “bentuk leader baru..”
Leader: “Mbak, si zz katanya siap dari bangun, sekarang mau aktif lagi.”
Saya: “trus, sudah diajarin?”
Leader: “Sudah, tapi sekarang lagi menghilang lagi dianya…”
Saya: “bentuk leader baru..”
(kok jawabannya itu-itu aja sih mbak Puteri?)
Saya jawab yaaa (sambil nyengirrrr gedeeee): “dalam bisnis Oriflame kan upline dan downline tidak digaji, tidak saling menggaji. Kalo di kantor, suka atau tidak suka, mau ada good mood atau bad mood, bawahan harus tetap kerja dan laporan ke bos-nya, kecuali kalo sudah siap gak digaji kantor dan dipecat. Di Oriflame, semua orang punya motivasi yang beragam. Mulai dari join cuma karena “kasihan”, atau mau pake produknya kapan-kapan, sampe niat bisnis tapi bosan ditengah jalan, atau niat bisnis dan ngotot ingin sukses seperti saya, siap lakukan jurus jabanin dan jurus langit..hehehhehe…..
Daaann semuanya itu dikerjakan berdasarkan kepercayaan, komitmen yang tidak bisa dipaksakan dan konsistensi yang berbeda-beda tiap orangnya ๐Ÿ™‚

Kalo punya downline sudah lama gabung di Oriflame, masih segitu-gitu aja geraknya, diajarin A-Z ngeyel, katanya sudah maksimal, katanya sudah lakukan A-Z tapi gak terlihat, gak terasa dan gak ada pembuktian segala usahanya, ya sudah gak usah dipaksakan berlari dengan para leader yang berlari. Terimalah dia seadanya, dan terimalah orang lain yang mau berlari ๐Ÿ™‚
Sepakaatttt….?
GO PRESIDENT!

#puterimiranti

ย 

Author: puteri miranti ningrum

Saya seorang Ibu rumah tangga, berusia 39 tahun, seorang ibu dan istri dari keluarga kecil saya. Dulunya, saya pernah bekerja sebagai Engineer perusahaan konsultan migas di Jakarta. Setelah 8 tahun kerja kantoran, pergi pagi pulang malam, bertemu kemacetan Jakarta tiap hari, bepergian dinas ke luar kota, akhirnya saya undur diri dari kantor. Bagi saya, rejeki bisa dicari, tapi saya harus prioritaskan kepentingan suami dan anak. Dengan dukungan suami, saya pun memilih bisnis Oriflame karena kredibilitas perusahaannya tidak diragukan, dan bisa dikerjakan online.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s