Perpanjangan Paspor di Imigrasi Bandung

Cerita ini berawal dari kepulangan kami dari Singapura ke Indonesia di malam tahun baru 2014, dan rencana kami sekitar dua bulanan berlibur di Indonesia, sambil perpanjang paspor Marissa, anak kami, yang habis masa berlakunya di bulan Agustus 2014. Karena kami berniat kembali ke Singapura, insya Allah di bulan Maret 2014, jadi di bulan Februari ini, kami akan perpanjang paspor Marissa. Sekalian deh saya mengantar ibu saya pulang ke Bandung, yaa urus paspor Marissa juga 🙂
Konon sudah terintegrasi online antara sesama kantor cabang imigrasi  di kota manapun, sehingga teman-teman saya menyarankan supaya perpanjang online aja di Jakarta. Namun karena saya juga mau antar mama saya pulang ke Bandung, maka saya pikir yaa sekalian aja ngurus di Bandung. Kan paspor kami dikeluarkan dari kantor imigrasi Bandung, kalo perpanjang disana juga ya gak masalah dong…? I wish…hehehhehehe 😛

Akhirnya saya pun ke Bandung di hari Senin 3 Februari, dan esoknya, Selasa 4 Februari 2014 saya ke kantor imigrasi Bandung di Jl. Surapati. Beneraannn bengong! Kantor katanya buka jam 07.30, saya datang jam 09.00 ternyata saya sudah gak dapat nomor antrian di hari itu. Untuk antrian di hari selanjutnya, harus antri sejak jam 04.00 dini hari!
Hellowwww…? Akhirnya, petugas menyarankan kami untuk submit secara online. Kami pun diberikan formulir untuk diisi, disertai flyer dan disuruh mengirimkan data ke alamat di flyer tersebut: http://www.bandung.imigrasi.co.id.
Seneng doonng sayaa! secara saya kerjain Oriflame juga full online, maka ya kalo disuruh perpanjangan paspor secara online, sudah pasti dijabanin! hehehehe, meski katanya per hari jatah online hanya 50 orang yang akan dilayani. Gak apa-apa dehhhh..daripada antri jam 04.00! hehehehe… Jadilah saya pulang ke rumah dengan hati bersemangat akan mencoba perpanjangan paspor secara online. Saya coba akses http://www.bandung.imigrasi.co.id via HP, sampe saya menepikan mobil saya dan coba akses. Lhoooo…? kok gak bisa? Aahh mungkin sinyalnya byar pet, kan saya lagi di jalan 🙂 Sampe rumah, saya coba lagi akses web tersebut. Lhooo…? masih gak bisa juga? Aahhh mungkin speedy di rumah saya lemot… Lalu saya coba terus dan terus, kok gak bisa juga? masa iya sejam gagal melulu? Aahh coba deh saya browsing aja cari pengalaman orang lain tentang paspor online 🙂

Naaahhh..ketemu banyak yang berkomentar kalo paspor online itu canggih banget. Dokumen di upload aja trus bayar di bank, dan besoknya tinggal datang ke kantor imigrasi buat foto doang, dan taraaaaa…! jadi deh paspornya! Aahh saya coba deh ke link http://www.imigrasi.co.id dan klik permohonan paspor online. Klik! TERBUKA! ASiikkk…saya coba isi datanya satu-satu dan upload documents yang diperlukan, mulai dari akte kelahiran, paspor lamanya Marissa, KTP saya, kartu keluarga, akte menikah. Setelah diupload semua, lahhh “the content has not found” ihikss…

Baiklah, mungkin jaringan internet saya lambat. Saya coba upload lagi semua lampiran satu per satu, yaaa gagal maning! tetep si tulisan  “the content has not found” muncul, ihik..ihik…
Ya coba lagi deh saya…masa orang lain bisa, saya enggak? dan memang muncul lagi layar yang sama,  “the content has not found”. Tarik napas panjang, saya coba lagi sampai 6x gak bisa juga, ya udah saya tinggal ngerjain yang lainnya dulu.

Pas hari Rabu 5 Februari 2014 sekitar jam 01.00 WIB, saya pas mau tidur, tiba-tiba teringat mau cobain lagi upload dokumen ke website imigrasi. Taraaaaa…! Alhamdulillah kali ini berhasil! Dan sampailah pada proses saya menerima e-mail konfirmasi dari imigrasi bahwa dokumen yang diupload sudah masuk dalam proses, dan saya harus bayar biaya perpanjangan sebesar Rp 255.000 di bank BNI terdekat dengan membawa print out attachment bukti bayar dari e-mail imigrasi tersebut 🙂
Ah lega rasanya berhasil upload ke website dan mendapat bukti konfirmasi dan bukti bayar, tidurlah saya dengan nyenyak heheh

Kamis 6 Februari 2014, saya titip ke ibu saya untuk membayarkan di BNI. Ternyata…oh ternyata…ditolak oleh bank! dengan alasan, “harus cek dulu ke imigrasi, takutnya ada biaya lainnya yang mungkin melebihi jumlah tertulis. Karena kalo ada kekurangan biaya, gak bisa kita hanya bayarkan sisa pembayaran..”
Jadi gimana mbak? Jawab teller BNI, “harus ke kantor imigrasinya dulu bu, untuk dapat konfirmasi total pembayaran..”

Jum’at 7 Februari 2014, berbekal cerita hari pertama ke kantor imigrasi, kata orang-orang pada antri mulai jam 04.00 dan ybs harus segera ikut karena langsung difoto, maka saya memboyong anak saya yang lagi tidur dan ibu saya, abis shalat Shubuh kami pun pergi ke kantor imigrasi. Meski cerita orang-orang antrian dimulai jam 04.00 kami yakin lebih baik shalat Shubuh dulu dirumah, Insya Allah pasti Allah SWT meridhoi 🙂
Kami sampai di kantor imigrasi jam 05.30 WIB dan beginilah pemandangannya:

Imigrasi 1hehehhehee…mantap kan antriannya? trotoarnya sudah penuh dengan puluhan motor! Pintu gerbang belum dibuka lho, jadi kami semua berdiri di trotoar.

Akhirnya ibu saya turun dan antri, saya pun memutar balik mencari parkiran yang tersisa hanya     untuk 2 mobil saja di seberang jalan 🙂

Alhamdulilah jam 06.00 WIB pintu gerbang dibuka dan berhamburan masuk ke dalam halaman. Layaknya pintu gerbang konser dibuka, orang berdesak-desakan masuk, dan seorang ibu cedera kaki dan dadanya terkena pintu. Kasian banget…:( Alhamdulillah ibu saya bawa Tender Care Oriflame, jadi memar di kaki dan dada ibu tersebut dioleskan tender care supaya lekas sembuh dan mengempis memarnya.

Akhirnya kami pun dapat antrian nomor 45. Jangan salah, saat di trotoar tadi, ada gerombolan pemuda membagikan nomor antrian yang ditulis tangan. Itu tidak berlaku ya untuk pengurusan di imigrasi. Yang berlaku adalah nomor antrian yang tercetak dari mesin antrian di dalam ruangan kantor. Kalo teman-teman mendapatkan nomor antrian di tulis tangan, abaikan aja…

imigrasi 2

Setelah duduk di dalam ruangan, ternyata kantor baru beroperasi jam 07.30 WIB teng! Ah bagus lah ini, ada kemajuan! Anak saya pun masih ngantuk, jadilah saya memeluk dan memangkunya selama 1,5 jam menunggu dipanggil 🙂
Jam 10.00 WIB anak kami dipanggil masuk untuk foto, pertama ditanya, “mana bapaknya?”
Saya jawab, “sedang di luar negeri, Pak..”
Ditanya lagi, “di luar negeri?” (dahinya berkerut)
Saya jawab, “iya Pak, kerja di luar negeri..”
Kemudian berkas-berkas saya di cek. Ternyata ada kekurangan, “bu kok gak ada Surat Pernyataan Orang Tua-nya?”
Saya jawab, “seperti apa bentuknya Pak?” (kemudian saya ditunjukkan)
Saya jawab lagi, “waktu saya minta berkas pendaftaran, saya gak dikasih format itu Pak..”
Petugas pun berkata lagi, “Bu, ini akte pernikahannya difotokopi lengkap bu, KTP nya difotokopi berdampingan berjejer antara KTP ibu dan bapak dalam satu halaman A4, dan diisi ya bu SPOT nya ditanda tangani bapak dan ibu diatas materai..”
Saya tanya, “Pak, suami saya di luar negeri, jadi gimana tanda tangannya?”
Petugas berkata, “Di fax aja bu suratnya, bisa kan? nanti dari sana bisa ditanda tangani..”
Saya jawab, “Scan bisa ya pak?”
Petugas jawab, “Iya bu bisa..jadi saya tunggu berkasnya hari ini jam 15.00 bisa?”
Saya jawab, “Bisa Pak..” (terbiasa dulu di kantor, kalo dapat tugas dari bos harus bilang BISA dulu, barusan mikir detailnya, hahahahaah…)
Akhirnya saya ke warnet, scanning, suami tanda tangan SPOT. Akte pernikahan saya ubek-ubek lagi di hardisk, Alhamdulillah dapat file scan nya, jadi tinggal di print dan fotokopi. Lengkap semua, saya balik lagi ke imigrasi jam 15.00 WIB di hari yang sama.

Tanpa harus mengambil nomor antrian, menunggu sekitar 5 menit, anak saya pun difoto dan berkas diterima semua. Yang bikin heran adalah, “fotokopi KTP gak usah, sudah ada fotokopi akte pernikahan. Semua datanya masih ada ya bu karena ini perpanjangan paspor. Alamatnya masih alamat yang lama kan bu?”
Saya jawab, “masih alamat yang sama pak..” (Lho sejak dari dulu kan ada akte pernikahan kami dalam lampiran database imigrasi?) huahauahuahuha….
Saya tanyakan lagi, “kapan selesainya Pak?” dijawab, “hari Rabu minggu depan bu, 3 hari ya”
Saya tanyakan lagi, “hari Jum’at ini dihitung gak Pak? ato dihitung mulai hari Senin? Kalo dihitung mulai Senin kan selesainya Kamis 13 Februari 2014, Pak..”
Petugas jawab, “hari Jum’at ini sudah termasuk hari pengerjaan bu. Jadi hari Rabu 12 Februari sudah selesai..”

Senin, 10 Februari 2014, kami bayarkan biaya perpanjangan paspor di teller BNI (gak bisa via ATM, SMS banking atau Internet Banking) sejumlah Rp 255.000 tidak ada penambahan seperti yang dikhawatirkan teller BNI sebelumnya 🙂

Rabu 12 Februari 2014, saya datang ke kantor imigrasi, ternyata, “belum selesai paspornya bu. Besok Kamis 13 Februari, silahkan datang lagi ya bu…”

Kamis 13 Februari 2014, saat saya menulis artikel ini, dalam hati saya berharap semoga hari ini benar-benar sudah jadi paspornya Marissa, Aamiin YRA 🙂
Dan akhirnya saya pun datang ke kantor imigrasi di jam 13.00 dan mendapat nomor antrian 270. Menunggu hingga jam 15.30 baru dipanggil ke meja, karena paspor ini perpanjangan buat anak saya yang dibawah umur, maka disodorkan Surat Pernyataan bertanda tangan di atas materi, dengan isinya kira-kira begini: “saya mengambil paspor lama untuk digunakan pengambilan visa, dll…”
Surat Pernyataan ini diisi dulu, dibubuhi tanda tangan diatas materai dan kita pun duduk lagi menunggu panggilan berikutnya.
Kira-kira sekitar jam 16.10, Marissa dipanggil kembali maju ke meja pengambilan, saya serahkan Surat Pernyataan bermaterai ini, dan paspor baru pun berada di tangan saya 🙂
Alhamdulilllah, akhirnya jadi juga paspornya Marissa 🙂

Jadi data yang diperlukan untuk pembuatan atau perpanjangan paspor anak, adalah:
1. Berkas formulir yang lengkap diisi (minta dahulu ke petugas di depan) diisi dengan tinta hitam.
2. Copy Kartu Keluarga
3. Copy KTP bapak dan ibu
4. Copy Akte Menikah (dicopy lengkap termasuk data-data)
5. Copy Akte Kelahiran anak
6. Copy Akte Kelahiran bapak dan ibu
7. SPOT-Surat pernyataan orang tua (untuk anak dibawah umur) ditanda tangani orang tua diatas materai
8. Bawa paspor lama (bila perpanjangan)
9. Bawa semua aslinya untuk ditunjukkan
10. Siapkan 2 materai (buat jaga-jaga)

Kalo teman-teman ada yang pertama kali bikin paspor dan sudah punya KTP, jangan lupa, semua data diatas tadi dibawah, dan ijazah sekolahnya juga disiapkan fotokopi dan aslinya buat ditunjukkan.
Oh iyaa…hampir luppaaa 😛
Saat saya perpanjangan paspor buat anak saya, suami saya tidak bisa dampingi karena beliau berada di luar negeri. Bila diantara pembaca ada yang berada di situasi yang sama, siapkan aja scan paspor suami/istri dari halaman depan hingga ada cap ARRIVAL, untuk membuktikan dia berada di luar negeri.
Siapkan juga surat penugasan (bila ada) untuk menunjukkan berapa lama bapak/ibunya berada di luar negeri, sehingga gak memungkinkan untuk datang mendampingi 🙂

Foto Paspor Marissa

Sebenarnya kita datang itu langsung difoto, menurut saya, imigrasi Bandung sudah ada perbaikan ke arah lebih baik daripada jaman dulu (5 tahun yang lalu) datang ambil berkas, masukin berkas, pulang dulu, nunggu beberapa hari lagi untuk difoto. Kalo sekarang kan datang langsung foto. Namun memang antriannya aja bikin patah arang, tapi bagaimanapun kita memang butuh paspor kan? jadi ya lakoni aja hehehehe…mungkin inilah pengorbanan untuk memiliki sistem jauh lebih baik 🙂

Kenapa gak buat paspor baru aja toh harganya gak beda jauh? Karena sebagian orang menyarankan demikian…
Kami memilih perpanjangan paspor terkait dengan DEPENDANT’s PASS atau ijin tinggal kami di Singapura yang dikeluarkan berdasarkan paspor lama 🙂

Beginilah sharing saya tentang pengalaman perpanjangan paspor di kantor imigrasi Bandung. Semoga sistem kerja di imigrasi Bandung makin meningkat makin baik tiap harinya,Semoga bermanfaat yaaa…

Puteri Miranti Ningrum
Gold Director Qual. Oriflame Indonesia
Whats App 0811106129

 



Categories: Birokrasi

7 replies

  1. Bun, lihat di mana ya harus bayar di BRI biaya perpanjangan passpornya? Sy sudah daftar online, dapet email konfirmasi yg katanya harus bayar dulu tapi ngga ada petunjuk bayar di bank mana (Baru daftar 2 jam lalu)

  2. Terima kasih Infonya,… (akan mengurus perpanjangan paspor) aku harap sudah ada perbaikan,…krn dari cerita di atas, kok kayaknya ribet banget….Semoga di Semarang bisa lebih cepat,….Salam

  3. Halo! Saya ingin tahu SPOT itu isinya apa aja ya? Trus untuk anak SD apakah harus menunjukkan bukti sekolah juga?

  4. Waduh saya berniatperpanjangan di Bandung unt paspor anak2 saya jadi males deh sebab kalo kekota asal mereka harus bolos sekolah 1 hari unt foto
    Mending bolos aja daripada ribet kalo di Tangerang simple aja pas perpanjangan dan antrian biasa saja tdk harus subuh2
    Maksh infonya bu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: