Sierra Favourite Steak

Malam minggu, bertepatan dengan Braga Kuliner 11 Januari 2014, saya dan suami memilih makan malam di Sierra Cafe Bukit Pakar Timur.

Kami lagi ingin menikmati dinner yang nyaman dan bernuansa romantis (uhuyyyy…) sambil kangen melihat pemandangan Bandung dsk. Maklum aja…jarang sekali kami ke Bandung dan menikmati suasana kota tempat kami habiskan masa kecil hingga remaja πŸ™‚
Kali ini kami ingin coba Sierra Cafe. Setelah beberapa kami menikmati the Valley, kami coba tetangga sebelahnya aja ah: Sierra! hehehhehehehee…

Seperti biasa, saat memasuki Bukit Pakar Timur, setiap mobil yang melintas diwajibkan membayar restribusi 2000 perak ke petugas (gak tau juga kalo penduduk disitu mungkin enggak bayar yaaa…mungkin karena kami bernopol Jakarta, jadi langsung terdeteksi sebagai tamu :p)

Abis bayar, langsung belok kanan masuk ke pelataran parkir Sierra yang menurun. Beberapa polisi tampak berjaga-jaga mulai dari area bayar restribusi tadi hingga di tiap cafe.

Agak rintik hujan saat itu, menambah dingin suasana Bandung…(hhhhhiiiiiiyyyyy…dingin booo!)
Ditambah bau tanaman dan pepohonan yang terguyur hujan sebelumnya, mengingatkan kami dengan masa muda tempo dulu di Bandung: kemping! hehehhehehehe….

Masuk ke Sierra, kami mendapat meja di teras dengan pemandangan ke Bandung di malam hari πŸ™‚ Suasana Sierra penuh dengan acara-acara keluarga, mulai dari bayi hingga aki-ninik, mulai dari semeja berdua hingga semeja bersepuluh, heheehehee…

Alunan LIVE musik akustik menemani saya memilih menu. “Mas, disini favoritnya apa?” si Mas menunjukkan menu Sierra Steak xxx (lupa deh judul lengkapnya).
“Ya deh saya coba…”
“Dagingnya mau lokal atau impor?”
“Saya coba daging impor..dan pake mashed potatoes yaa…”
Menunggu sekitar 10 menit, dan taraaaaaa….inilah menu yang saya tunggu!

Image

Rasanya? kalo di lidah saya, rasanya standar beef steak yaa..:)
Mau coba?

Author: puteri miranti ningrum

Saya seorang Ibu rumah tangga, berusia 39 tahun, seorang ibu dan istri dari keluarga kecil saya. Dulunya, saya pernah bekerja sebagai Engineer perusahaan konsultan migas di Jakarta. Setelah 8 tahun kerja kantoran, pergi pagi pulang malam, bertemu kemacetan Jakarta tiap hari, bepergian dinas ke luar kota, akhirnya saya undur diri dari kantor. Bagi saya, rejeki bisa dicari, tapi saya harus prioritaskan kepentingan suami dan anak. Dengan dukungan suami, saya pun memilih bisnis Oriflame karena kredibilitas perusahaannya tidak diragukan, dan bisa dikerjakan online.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s