Punya Kesempatan Vs Tidak Punya Kesempatan

Singapore 2 Desember 2013,

Membaca status leader saya, Karina tentang penolakan, saya jadi inget dengan kalimat penolakan yang pernah saya temui ๐Ÿ™‚

Kebanyakan penolakan itu dari ibu rumah tangga, berbeda dengan wanita karier atau yang biasa bekerja.

Wanita karier biasanya sudah merasa capek kerja kantoran, dan ingin segera resign dari kantor demi bersama keluarga. Karena itu gak heran dalam keluarga Oriflame kami, kebanyakan pekerja kantoran ๐Ÿ™‚

Berbagai macam penolakan ala ibu RT:

“Mbak, anakku masih bayi, lagi lucu banget, gak tega kalo ninggalin…”

(Sama, anakku juga lagi lucu dan lincah baanget…)

“Mbak, anakku masih kecil, setiap hari saya urusin gak ada yang jagain”

(Sama dong dengan saya yang punya anak kecil tanpa babysitter dan tanpa pembantu)

“Mbak, saya gak bisa keluar rumah karena jagain anak”

(Sama dengan saya, jagain anak tanpa babysitter dan tanpa pembantu, di luar Indonesia pula)

“Mbak, saya harus merawat keluarga saya”

(Sama donggg….semua orang harus merawat keluarganya kan..)

“Sama-sama melulu sih mbak Put?”

Iya memang kondisinya sama dengan saya ๐Ÿ™‚

Bedanya cuma satu, saya memikirkan nasib masa depan anak saya di jangka panjang: sekolahnya, pengembangkan bakat dan keterampilannya, akal budi pekertinya, gizinya, keshalehannya..

Dan semua itu memerlukan BIAYA.ย Ingin anak saya menjadi dokter? Ya harus siapin biaya minimal 1 Milyar untuk 12 tahun ke depan kuliah kedokteran. Biaya kedokteran saat ini aja ratusan juta, gimana mau anak menjadi Dokter kalo untuk hidup saat ini aja pas-pasan dan orang tuanya malas-malasan?

“Anaknya disuruh cari beasiswa aja…”

Untuk dapetin beasiswa, butuh kesehatan dan IQ yang bagus kan? Dan semuanya itu butuh gizi yang baik.

Gizi yang baik didapatkan dengan UANG kan? ๐Ÿ™‚

Punya duit nge-pas maka anak pun “terpaksa” disekolahin dengan biaya pas pasan dan kualitas pendidikan yang pas-pasan.

Berbeda dengan punya duit cukup, maka anak dan orang tua sama-sama memiliki KESEMPATAN MEMILIH untuk bersekolah di tempat yang baik dengan kualitas yang diinginkan ๐Ÿ™‚

Pernah juga ada yang komentar begini, “ah saya sih sekolahin anak di sekolahan biasa aja, yang penting dirinya berprestasi luar biasa dan shaleh..”Saya setuju banget dengan pendapatnya, prestasi anak itulah prestasi kita :)Ketika saya bercerita kepada ibu saya tentang komentar tersebut, ibu saya yang sudah berusia 70 tahun dengan segudang pengalaman memberikan komentar begini, “memang anak harus dididik menjadi shaleh dan berprestasi. Tetapi semuanya itu butuh biaya. Minimal untuk makannya aja, harus makanan sehat, dan itu butuh uang. Mau shalat pun harus dengan air bersih. Semua butuh uang kan….” (jederrrr!!!!)

Si bayi yang kecil mungil dan lucu itu, tiap harinya bertambah besar, dan dia berhak memiliki kesempatan lebih baik daripada orang tuanya ๐Ÿ™‚

Orang tua mana sih yang gak bangga dan bersyukur memiliki anak dengan pendidikan dan keshalehan lebih baik daripada orang tuanya?Misalnya…orang tuanya cuma lulusan SD, tapi anaknya bisa Sarjana atau jadi Dokter ๐Ÿ™‚

Dengan uang yang cukup (tidak berlebihan), bisa memilih kualitas pendidikan yang baik dan punya kesempatan menyiapkan masa depan anak lebih baik daripada diri kita sendiri ๐Ÿ™‚

Tapi bila tidak memiliki uang yang cukup, kesempatan itu pun tidak ada…

Mau pilih yang mana?

Puteri MiDSCF0753ranti Ningrum

Gold Director Qual. Oriflame Indonesia

Whats App 0811106129

Web: http://www.puterimiranti.net

Blog: http://www.puterimiranti.com

FB: http://www.facebook.com/puteri.miranti

Twitter: @puterimiranti

 



Categories: Oriflame

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: