Impian saya pernah berubah haluan, gak selalu konsisten…

Sejak saya kecil, tiap kali liburan ke Jakarta, saya selalu menyukai pemandangannya yang keren. Sesuai dengan megapolitannya, ya berdirilah gedung-gedung bertingkat dengan desain bangunan yang keren, modern, jauh berbeda dengan pemandangan Bandung di tahun 80-an dan 90-an ūüôā

Apalagi dengan film Warkop yang menyuguhkan Jakarta nan megah, waah…sudah kagum sangat dehh dengan Jakarta ūüôā Maklum terbiasa nonton film Warkop sejak kecil…ahahhahah so 80-s ūüėÄ
Salah satu impian saya di saat itu adalah tinggal di Jakarta, dan dekat dengan keluarga besar saya yang rata-rata tinggal di Jakarta. Apalagi saya anak tunggal dengan dinas bapak saya kala itu, di Jakarta, jadilah saya bolak-balik dalam sebulan menempuh perjalanan Jakarta-Bandung saat masih SMP.

Lulus kuliah, saya pun memberanikan diri bekerja di Jakarta. Bermodal dengan niat sebagai freelancer saja, alias magang kerja cuma 3 bulan untuk cari pengalaman, ternyata salah seorang pimpinan kantor menawarkan saya bekerja sebagai permanent employee. Gak pake banyak pertimbangan,  saya menelepon ibu saya di Bandung, meminta ijin untuk menerima tawaran ini (tahun 2002).

Yaaa…maklum aja, saya kan berangkat ke Jakarta dengan niat hanya magang 3 bulan. Pas sampe di kantornya, dan ditawari jadi permanent employee, kaget campur senang, tapi harus minta ijin ibu saya yang tinggal sendirian di Bandung kan…:)

Alhamdulillah, dengan restu ibu saya, mulailah saya bekerja di Jakarta.  Gaji gak seberapa, tapi saya terima dengan ikhlas. Tujuan saya kan mencari pengalaman dan bisa membantu mencukupi hidup saya dan ibu saya.

Sambil bekerja, sedikit demi¬†sedikit saya sisihkan untuk¬†keperluan kuliah S-2. ¬†Kalo dulu saya gagal masuk ITB, kali ini saya harus mengejar lulus masuk Universitas Indonesia. Ngapain kuliah S-2? Supaya karier saya lebih baik, dan saya bisa masuk kerja di kantor-kantor yang gedungnya megah-megah di sepanjang Sudirman, Thamrin dan Kuningan, hehehehehehehe….

Saat itu bagi saya, “iihh hebat banget yaa mereka yang bisa kerja di gedung-gedung menjulang itu! Pasti gajinya gede!”

Jadilah saya jalani kerja dari pagi sampe sore, sore sampe larut malam kuliah di Salemba. Tengah malam sampe dini hari, saya kerjakan tugas-tugas kuliah sampe ketiduran, dan pagi harinya saya mengejar metromini untuk pergi ke kantor, hehehheee….

Saat itu di benak saya, “mau gaji gede? ya harus pendidikan tinggi! jadi ya harus SEKOLAH¬†LAGI!” ¬†ūüôā

Kerjaan kantor saya, sebagai Engineer, saya harus sering bepergian keluar kota, bahkan hingga pedalaman hutan seperti Kasim di Sorong Papua. ¬†Jadilah saya¬†kemana-mana bawa text book. Sambil kerja sambil kuliah ya begini konsekuensinya. Saat di kantor ya kerja, saat waktunya kuliah ya kuliah, saat ada waktu luang ya belajar dan kerjain tugas. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, saya gak peduli, demi cita-cita lulus S-2! Dapet gaji¬†gede¬†di kantor ternama, dalam gedung kantor yang megah..hehehehehe…

Emang gaji gede buat apa? ya buat cukupi kehidupan saya dan ibu saya, dan ingin cicil rumah dengan KPR, juga beli mobil sendiri, biar gak jatuh lagi dari metromini, hahahahahaha….

Kantor, kuliah, kantor, kuliah, selama 2 tahun, dan begitu lulus kuliah ternyata pelajaran hidup saya berkata lain ūüôā

Saya mengobrol banyak dengan teman-teman yang bekerja di kantor impian saya: kantor sepanjang Sudirman, Kuningan, Thamrin. Bayangan saya sejak dahulu, mereka sangatlah hebat, bergaji tinggi dikantor ¬†megah…

Ternyata, pelan-pelan, saya mulai ketemu dengan realitasnya: pulang pergi macet banget, ninggalin anak saat shubuh dan bertemu anak diatas jam 20.00 WIB dari¬†Senin sampe Jum’at, Sabtu dan Minggu hari mengisi kekosongan anak dengan berjalan-jalan di mall.

Mulailah saya mendengar keluhan dari¬†tema-teman saya:¬†“capek, kangen anak, merasa bersalah ninggalin anak, khawatir dengan babysitter yang baru, khawatir dengan suami yang selingkuh dengan teman kantornya yang pulang bareng apalagi macetnya berjam-jam, kebutuhan masukin anak di day care yang mahal di daerah deket kantornya, gak bisa minta cuti saat anak sakit, bla…bla…bla…”

Saya tidak berhak mengomentari mereka dengan problemnya masing-masing, tapi dengerin curhat mereka menjadi bahan masukan untuk saya, sudah siapkah saya dengan realitas itu tidak seindah impian?

Pelan-pelan impian saya bergeser. Saya ingin bisa mengurus anak tanpa babysitter dan tanpa kerja di kantor. Saat saya ceritakan impian saya ini, saya ditertawakan dan dikomentari, “gak mungkin lah…jaman sekarang dimana-mana, suami istri harus kerja di kantor. Anak ya pake babysitter, kalo gak begitu, gimana mau cukupi kebutuhan hidup..”

Saya jalani kehidupan saya seperti pada umumnya. Bekerja, menikah, mengurus rumah tangga. Suatu hari, saya sampai pada masa-masa dimana saya sudah merasa mentok bekerja, sering pulang dengan menangis, atau pulang larut malam karena pekerjaan menumpuk. Seringkali suami saya ketiduran di parkiran karena terlalu lama menunggu saya. Saya dijemput jam 21.00 eh baru kelar kerjaan malam jam 24.00 WIB!

Akhirnya suami saya menyarankan saya untuk resign, “sampe kapan kamu mau kerja kayak begini terus, ma? Kamu lebih baik bisnis aja, bikin usaha sendiri.”

Setuju dengan saran suami, saya pun resign, dan setelah memikirkan bisnis apaaa yaa yang mau dicoba, saya melihat web teman saya di UI dahulu, jeng Sotya Dewati. Sudah punya 2 anak, berbisnis Oriflame dari rumah, dengan penghasilan kala itu tahun 2008 sudah 24 juta per bulan ūüôā

Saya tanya-tanya gimana cara memulainya, dan akhirnya¬†beginilah saya di hari ini, mencapai level Director, bismillah menuju open Gold Director, Aamiin YRA¬†ūüôā

Dan saya bercermin dengan diri saya sendiri.

Alhamdulillah, saya memang tidak jadi bekerja di gedung-gedung megah nan mewah di Jakarta, dan Allah SWT mengabulkan impian saya mengurus anak tanpa babysitter meskipun saya sempat ditertawakan.

Alhamdulillah, setelah bercermin, saya pun membuka jendela kamar dan menikmati pemandangan indah Singapura¬†di malam hari, sambil menjalankan bisnis Oriflame saya secara¬†ONLINE dari Singapura ke¬†Indonesia ūüôā

Cheers,

Puteri Miranti Ningrum
Director Oriflame Indonesia
WA 0811106129

<

p style=”text-align:center;”>¬†



Categories: Anak, Berbisnis dari Rumah, Dreams, Oriflame

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s